Cikarang —||
Pra Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Digital, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat malam (29/8/2025), tidak hanya menjadi momentum konsolidasi para jurnalis. Acara tersebut juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil yang menjajakan atribut organisasi wartawan tertua di Indonesia itu
Di area luar gedung, sejumlah pedagang tampak sibuk menawarkan berbagai jenis atribut PWI. Mulai dari jaket, pin, topi, rompi, hingga lencana khas PWI. Atribut-atribut itu diserbu oleh para peserta pra kongres yang hadir dari berbagai provinsi di tanah air.
Salah seorang pedagang, Ilham, mengaku bersyukur bisa mendapatkan rezeki halal dari gelaran besar ini. “Alhamdulillah, dengan adanya acara pra kongres ini saya bisa mengais rezeki. Banyak peserta yang ingin punya atribut PWI sebagai kenang-kenangan atau untuk dipakai saat kongres,” ujarnya sambil melayani pembeli.
Menurut Ilham, permintaan paling tinggi datang dari atribut berupa jaket dan topi PWI. Banyak peserta yang memilih membeli karena atribut tersebut dianggap bisa menambah kebanggaan saat mengikuti acara resmi organisasi.
“Topi dan jaket paling banyak dicari. Ada juga yang membeli pin dan rompi untuk koleksi. Rata-rata mereka ingin tampil lebih kompak saat kongres berlangsung,” jelasnya.
Atribut PWI tidak hanya menjadi pelengkap penampilan, tetapi juga simbol identitas bagi wartawan yang tergabung dalam organisasi ini. Dengan atribut resmi, para peserta merasa lebih percaya diri sekaligus menunjukkan kebersamaan.
Pra kongres yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan jurnalis dari berbagai daerah. Selain mengikuti agenda utama berupa penandatanganan pakta integritas, doa bersama, serta deklarasi persatuan, suasana di sekitar lokasi juga semarak dengan interaksi sosial.
“Buat kami para pedagang kecil, acara seperti ini adalah berkah. Selain bisa bersilaturahmi dengan banyak wartawan dari berbagai daerah, kami juga bisa berdagang dengan cara yang halal,” kata Ilham.
Ia menambahkan, meski tidak besar, keuntungan yang diperoleh cukup untuk membantu kebutuhan keluarga. “Semoga nanti di acara puncak kongres besok penjualan bisa lebih ramai lagi,” harapnya.
Warna Lain di Balik Pra Kongres
Kehadiran pedagang atribut ini memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan pra kongres PWI. Di tengah suasana khidmat dan seriusnya sidang, di luar ruangan tampak nuansa kekeluargaan dan kesederhanaan, di mana peserta kongres bercengkerama sambil memilih atribut yang mereka sukai.
Pra kongres PWI di Cikarang bukan hanya meneguhkan komitmen integritas organisasi, tetapi juga membawa dampak ekonomi kecil yang positif bagi masyarakat sekitar. Bagi Ilham dan pedagang lainnya, acara ini adalah bukti bahwa kegiatan besar tidak hanya memperkuat persatuan, tetapi juga menjadi ladang rezeki halal bagi siapa pun yang mau berusaha.
Taruna_32





