Subang, Jawa Barat —||
Kabupaten Subang memasuki musim panen raya rambutan yang membawa angin segar bagi para petani dan pelaku usaha pertanian setempat. Ribuan pohon rambutan di berbagai kecamatan, seperti Cisalak, Jalancagak, Ciater, dan Tanjungsiang, tampak berbuah lebat dengan kualitas yang dinilai cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Panen raya ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Subang, khususnya para petani buah musiman, setelah sempat menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir. Curah hujan yang relatif stabil serta perawatan kebun yang lebih intensif membuat hasil panen tahun ini meningkat signifikan.
Menurut sejumlah petani, produksi rambutan tahun ini mengalami kenaikan hingga 20–30 persen dibandingkan musim panen sebelumnya. Buah rambutan yang dihasilkan pun memiliki ukuran besar, warna cerah, dan rasa manis yang diminati pasar. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, meski harga jual di tingkat kebun masih fluktuatif.
“Alhamdulillah, tahun ini panen rambutan sangat bagus. Pohon berbuah lebat dan kualitasnya juga lebih baik. Walaupun harga kadang naik turun, tapi hasilnya tetap membantu ekonomi keluarga,” ujar salah satu petani rambutan di wilayah Jalancagak.
Panen raya rambutan ini juga menggerakkan roda perekonomian lokal. Aktivitas jual beli di kebun, pasar tradisional, hingga pengepul buah meningkat drastis. Banyak pedagang dari luar daerah, seperti Bandung, Karawang, hingga Jakarta, datang langsung ke Subang untuk membeli rambutan dalam jumlah besar.
Pemerintah daerah Kabupaten Subang turut mengapresiasi hasil panen raya tersebut. Dinas Pertanian setempat menyebutkan bahwa panen rambutan merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura Subang yang berpotensi besar untuk dikembangkan, baik untuk pasar lokal maupun regional.
“Kami mendorong petani untuk terus meningkatkan kualitas produksi dengan pola tanam dan perawatan yang baik. Rambutan Subang memiliki daya saing tinggi dan bisa menjadi ikon buah daerah,” ungkap perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Subang.
Selain sebagai komoditas segar, rambutan juga mulai dikembangkan menjadi produk olahan seperti manisan, sirup, dan dodol rambutan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah buah rambutan serta mengurangi ketergantungan pada penjualan buah segar yang harganya kerap tidak stabil saat panen raya.
Meski demikian, para petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan membuka akses pasar yang lebih luas. Saat panen raya, harga rambutan sering mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan, sehingga dibutuhkan strategi pemasaran dan distribusi yang lebih baik.
Panen raya rambutan di Subang tidak hanya menjadi simbol keberhasilan sektor pertanian daerah, tetapi juga mencerminkan ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sinergi antar pelaku usaha, rambutan Subang diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan kesejahteraan jangka panjang bagi para petani.
Taruna32

