Sudah Saatnya 20 Desember 1948 Berdiri Sejajar Dengan 17 Agustus 1945 Sebagai Hari Peringatan Nasional






Langsa —||

 jurnalinvestigasimabes. Com. Negara yang besar adalah negara yang tidak melupakan sejarah. Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan ilmu dan pelajaran berharga bagi generasi penerus yang dipelajari di sekolah-sekolah, menjadi fondasi kebangsaan dan identitas bangsa.


Namun, ada satu peristiwa monumental yang hingga kini belum mendapat tempat layak dalam sejarah nasional: Suara Rimba Raya dari Tanah Gayo, 20 Desember 1948.


Suara Rimba Raya: Bukti Indonesia Masih Ada

Pada saat agresi militer Belanda II mengancam eksistensi Republik, dunia internasional sempat meragukan apakah Indonesia masih berdiri sebagai negara merdeka. Dari pedalaman Tanah Gayo, Aceh, sebuah siaran radio bernama RRI Rimba raya mengumandangkan pesan penting keseluruh dunia “Indonesia masih Ada, Indonesia masih Merdeka”


Siaran ini menjadi bukti nyata bahwa Republik tidak pernah padam, meski ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Rimba raya adalah suara perlawanan, suara keberanian Dan suara eksistensi bangsa ditengah ancaman kolonialisme.


Abah Zulfan warga Aceh yang kini berdomisili di Jakarta sekaligus pemerhati politik Aceh menegaskan bahwa peristiwa 20 desember 1948 seharusnya dijadikan sejarah Nasional yang diperingati setiap tahun.


Menurutnya Wakil Rakyat Aceh disenayan memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan agar Suara Rimba raya diakui tonggak sejarah bangsa.


“Jangan hanya 17 agustus saja, 20 Desember 1948 adalah hari besar yang menegaskan eksistensi Republik, generasi bangsa harus tahu Dan tidak melupakan sejarah berdirinya negara ini” Ujarnya pada media ini lewat hp selular, senin(5/1)


Abah Zulfan juga menambahkan pentingnya peringatan Nasional.

1.17 Agustus 1945 adalah hari lahirnya Republik.

2.20 Desember 1948 adalah hari pembuktian bahwa Republik tetap hidup meski diguncang agresi militer.


“Kedua momen ini sama-sama monumental, jika 17 Agustus adalah deklarasi kemerdekaan, maka 20 Desember adalah pengukuhan eksistensi dimata dunia” Tegas Abah.


Sejarah adalah nafas bangsa, melupakan sejarah berarti kehilangan arah, suara Rimba raya bukan hanya penghormatan kepada para pejuang Aceh tetapi juga pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan ini pernah dipertaruhkan dengan nyawa, keberanian Dan suara dari pedalaman tanah gayo.


“Sudah saatnya 20 Desember 1948 berdiri sejajar dengan 17 agustus 1945 sebagai hari peringatan Nasional” Pungkas Abah menutup pers rilis dengan media ini. (Kamal)

Lebih baru Lebih lama