Anak Traumatik Terhadap Perlakuan Diduga Pelecehan Oleh Pendidik, Walimurid Berencana Buat LP




JAKARTA, - ||

Pesantren dan pendidikan seyogyanya menjadi lembaga yang aman dan nyaman bagi para santri untuk belajar dan mengembangkan diri. Namun, kasus dugaan pelecehan yang disampaikan oleh salah seorang Walimurid terkait hal yang telah menimpa sang anak yang merupakan buah hatinya, bahkan dikatakannya juga terjadi terhadap anak-anak lainnya di MTs Ponpes yang disebut berlokasi di Tangerang Selatan. Sungguh sangat membuat bulu kuduk moralitas siapapun yang punya hati nurani, akan bergidik dan tentu saja akan membuat terlontarnya kata; sungguh memprihatinkan!.


Untuk menjadi maklum, Pesantren tentu saja hadir bertujuan untuk membentuk karakter, mengembangkan ilmu agama, dan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia (Akhlaqul Karimah). Kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum pendidik di MTs Ponpes tersebut, tentunya perlu untuk dikonfirmasi dan ditindaklanjuti. 


Dirjen Pendidikan Agama Islam tentunya perlu mengetahui adanya hal ini, bahkan diharapkan bisa segera melakukan evaluasi dan koreksi juga menyikapi dengan baik dan benar laporan Walimurid yang mengaku kalau anaknya saat ini dalam penanganan pemulihan psikiater akibat trauma terkait perlakuan yang telah dialaminya tersebut.


Selain itu, tentunya perlu ada tindakan tegas dan transparan jika kasus ini nantinya dilaporkan ke pihak berwajib (APH), dalam menyelesaikan persoalan yang pastinya bisa mencoreng dunia pendidikan bilamana kasus ini benar benar terjadi. Selain itu, diharapkan pula dapat menjadi evaluasi serius untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. 


Hingga berita ini dibuat, Walimurid mengaku tidak terima dengan perlakuan pihak yayasan dan berencana untuk membuat LP lantaran kedua anaknya saat ini jadi terbengkalai pendidikan dan juga mentalnya. (FC-Goest)

Lebih baru Lebih lama