Jurnal Investigasi Mabes Jember - Sosialisasi dan kepastian informasi dinilai penting agar masyarakat tidak merasa tiba-tiba terdampak proyek.
Rencana pembangunan jalan layang di Simpang Empat Mangli mulai diperbincangkan warga awal tahun ini.
Namun, kini sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut masih belum mengetahui secara detail rencana pembangunan.
Salah satunya disampaikan warga Mangli yang sehari-hari beraktivitas di sekitar simpang empat tersebut, Saiful Rahman.
Ia mengaku pernah mendengar kabar rencana pembangunan jembatan layang , namun belum mengetahui kapan proyek itu benar-benar dimulai.
“Memang dengar ada rencana flyover , tapi kapan pelaksanaannya saya belum tahu,” ujar Saiful Rahman.
Menurut Saiful, warga juga belum mendapatkan informasi yang jelas terkait kemungkinan pemberian lahan di sekitar simpang empat.
Padahal di kawasan itu terdapat rumah warga hingga toko-toko yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Ia berharap, pemerintah tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak.
“Kalau memang ada pembangunan, warga tentu butuh penjelasan dan solusi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jember, Arif Liyantono mengatakan, pemerintah daerah masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian PU.
Koordinasi dilakukan setelah kunjungan kerja Menteri PU beberapa waktu lalu.
Menurut Arif, hingga saat ini terhenti masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat dan daerah terkait tahapan proyek tersebut.
“Setelah kunjungan menteri, kami terus berkomunikasi dengan menteri dan masih menunggu petunjuk lanjutan, termasuk soal pembebasan lahan,” jelasnya.Termasuk mengenai penyediaan lahan yang menjadi salah satu syarat utama sebelum pembangunan dimulai.(DO'A)

