Mudik Lebaran Terkendali, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Prima





Jakarta, 22 Maret 2026 – ||

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026 tetap berjalan optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Hingga saat ini, operasional di 15 lintasan pantauan nasional terpantau lancar dan terkendali berkat kesiapan sistem serta koordinasi lintas stakeholder.

Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga hari H, jumlah penumpang mencapai 2.596.597 orang, meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Sementara itu, total kendaraan tercatat 667.526 unit, naik 7,2 persen dari 622.604 unit tahun sebelumnya.




Pada data harian tanggal 21 Maret 2026 (H), jumlah penumpang mencapai 156.838 orang, naik 1,7 persen dari 154.237 orang tahun lalu. Sedangkan kendaraan tercatat 40.066 unit, meningkat 0,6 persen dibandingkan 39.811 unit.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa layanan tetap berjalan lancar meskipun terjadi lonjakan pergerakan pemudik.

“Di tengah tingginya volume pergerakan, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.

Lintasan Padat dan Strategi Pengaturan Arus,Lintasan Jawa–Sumatera–Bali masih menjadi koridor tersibuk dan paling vital secara nasional. Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP melakukan sejumlah langkah strategis, seperti penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan penerapan delaying system di sejumlah buffer zone.

Pengalihan Layanan dan Optimalisasi Operasional,Dalam rangka mendukung kelancaran arus balik, ASDP mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX pada periode 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.

Selain itu, penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dilakukan secara dinamis guna mempercepat proses bongkar muat serta menjaga rotasi kapal tetap efisien. Penguatan sistem pengendalian juga dilakukan melalui Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk yang beroperasi secara real time.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa kesiapan arus balik terus diperkuat.

“Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen. Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60,” jelasnya.

Program Diskon dan Antusiasme Masyarakat,ASDP juga menghadirkan program stimulus berupa diskon tarif yang mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.

Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36 persen.

Program ini berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan, di antaranya Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.

Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni akan diberlakukan pada 23 hingga 31 Maret 2026 guna mendukung kelancaran arus balik.

Komitmen Layanan Prima,Dengan tingginya antusiasme masyarakat selama periode Lebaran, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya saat arus balik.


Humas asdp

Lebih baru Lebih lama