Sumber utama Tantangan Pembangunan Pasar Tanjung Adalah Kearifan Lokal

 






Jurnal Investigasi Mabes Jember - Rencana pemerintah yang akan menampilkan tampilan Pasar Tanjung sejauh ini terus bergulir dan dinantikan realisasinya.


Rencana ini bukan tanpa tantangan. Salah satu yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah yakni bagaimana merelokasi pedagang saat pasar yang beroperasi aktif 24 jam itu harus berpindah sementara waktu.


Kepastian itu setelah Jember menerima kuasa hukum Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, guna meninjau sejumlah infrastruktur yang membutuhkan sentuhan APBN pusat, beberapa pekan lalu (22/02).


Saat itu, Dody menyatakan bahwa rencana awal revitalisasi kemungkinan besar akan berkembang menjadi pembangunan total gedung pasar yang berlokasi di jantung kota ini.


Ia menilai, kondisi bangunan saat ini memerlukan pembaruan menyeluruh. Bukan hanya soal fisik, tapi juga soal identitas daerah.


 Ia menghendaki pasar tradisional terbesar di Jember ini mengusung kearifan arsitektur lokal yang menarik secara visual.


“Supaya pasar yang kita bangun ke depan itu fasadnya adalah fasad Pemerintah Kabupaten Jember, bukan fasad orang Jakarta,” ujarnya kepada wartawan, yang saat itu didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait, (22/02).


“Kita minta Bupati nanti melakukan sosialisasi dulu, agar aktivitas pedagang tidak sampai terhenti ketika pasar dibangun,” pintanya.


Ia menargetkan proses lelang bisa segera dilaksanakan setelah dokumen teknis (DED) dinyatakan rampung. “Pemerintah sudah mulai harus mensosialisasikan kepada para pedagang, karena mereka tidak boleh menghentikan kehidupan ekonominya,” tambah Dody.


“Kita sebelumnya sudah mengawali dengan menurunkan retribusi pasar, meringankan masyarakat. Tentu rencana perbaikan ini nanti kita dukung sepenuhnya,” pungkas Gus Fawait.


Bupati Fawait saat itu merespons inisiatif positif Menteri PU untuk memugar total tampilan Pasar Tanjung. Meski belum menyiapkan skema relokasi, namun ia menyatakan dukungannya mewujudkan memoles wajah pasar tradisional tersebut. (AF)

Lebih baru Lebih lama