Jurnal Investigasi Mabes Jember - Jajanan tradisional ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu ikon oleh-oleh dari Jember. Selain itu yang ramai oleh pembeli adalah tape singkong.
Karyawan Toko Oleh-oleh Khas Jember Rasa Madu, Reza mengatakan suwar-suwir memang tidak selalu banyak dicari setiap waktu.
Di setiap toko oleh-oleh di Jember, etalase rak-rak dipenuhi aneka kemasan suwar-suwir. Ada yang dikemas dalam mika kecil, ada pula yang dalam kotak berukuran lebih besar. Warnanya beragam, dari putih, coklat, hingga pink.
Karyawan Toko Oleh-oleh Khas Jember Rasa Madu,Reza, mengatakan suwar-suwir memang tidak selalu banyak dicari setiap waktu.
Namun peminatnya masih cukup stabil, terutama dari pembeli yang memang mencari oleh-oleh khas daerah. “Saat sebelum dan sesudah Lebaran ini pembeli suwar-suwir meningkat. Selain suwar-suwir, juga tape,” terangnya.
Selain momen Lebaran, tambah dia, sebagian pembeli merupakan pendatang yang singgah di Jember, baik untuk urusan pekerjaan maupun sekadar melintas.
Mereka biasanya membeli suwar-suwir sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah.
“Masih banyak yang cari suwar-suwir.Biasanya untuk oleh-oleh keluarga atau teman,” ujarnya saat ditemui di toko.
Dari sisi harga, suwar-suwir dijual dengan variasi yang cukup terjangkau.Untuk kemasan paling kecil, pembeli cukup merogoh kocek sekitar Rp 13 ribu per mika.
Sementara kemasan yang lebih besar tentu dibanderol dengan harga lebih tinggi.
Selain suwar-suwir, produk lain yang juga cukup sering dicari adalah tape.
Tape tersebut dijual dalam kemasan kotak dan biasanya dibeli oleh pengunjung yang ingin merasakan langsung cita rasa khas Jember.
Menurut Reza, tape juga memiliki pelanggan tersendiri.
“Kalau tape biasanya Rp 19 ribu per kotak. Lumayan juga yang beli,” katanya.
Bagi sebagian orang, keduanya bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga mengingatkan akan identitas kuliner khas Jember. Ia menambahkan, keberadaan dua produk tersebut masih menjadi daya tarik utama toko oleh-oleh khas Jember.
Meski tren camilan terus berubah, suwar-suwir dan tape tetap memiliki tempat di hati penikmat kuliner tradisional. (AF)

