Karimun - ||
Kondusivitas iklim Investasi di kabupaten Karimun kini berada di titik rawan.muncul Dugaan kuat adanya Oknum di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP) kelas I Tanjung Balai Karimun yang mencoba bermain"api"dengan membenturkan organisasi kemasyarakatan ( Ormas ) lokal terhadap Pelaku Usaha Maritim, khususnya disektor keagenan kapal dan Logistik Pelabuhan.
Modus yang digunakan Oknum tersebut diduga berupaya penyebaran informasi yang tidak akurat mengenai kontribusi perusahaan kepada daerah serta Legalitas Operasional. Hal ini di sinyalir untuk memicu sentimen Negatif Ormas agar melakukan tekanan terhadap Pengusaha, yang pada ujungnya diduga mengarah pada praktek pungutan liar atau koordinasi Non-Formal.
"Kami merasa ada upaya Sistematis oknum tersebut seolah -olah memberikan 'restu' atau membocorkan data operasional kami kepada pihak lainnya untuk dipermasalahkan. ini sangat berbahaya karena menciptakan suasana saling curiga antara Pengusaha dan Masyarakat ( ormas ),"ungkapnya
Masyarakat minta Kementerian Perhubungan"Dirjen perhubungan Laut (Hubla ),melakukan audit investigatif terhadap Oknum-oknum yang berpotensi merusak Citra Instansi dan mengganggu Stabilitas keamanan di wilayah perbatasan ini, jika pimpinan KSOP saat ini tidak mampu membersihkan nakal di Lingkungan KSOP, ganti saja ,"Pungkasnya
Jurnal Investigasi Mabes
( kaperwil Kepri )


