Kodam Jaya Ikut Buru Begal di Jakarta, Terjunkan Batalion Tempur

 



Jakarta — ||

Upaya pemberantasan aksi begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya kini diperkuat dengan keterlibatan jajaran militer. Kodam Jaya resmi ikut mendukung operasi pemburuan pelaku kejahatan jalanan bersama Polda Metro Jaya dengan menerjunkan batalion tempur untuk membantu pengamanan di titik-titik rawan.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap pelaku begal yang melakukan perlawanan maupun mencoba melarikan diri saat proses penangkapan.


“Tentunya tindakan tegas dan terukur yang kami lakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan masyarakat dan petugas kami di lapangan,” ujar Kombes Pol Iman dalam konferensi pers.


Selain penindakan hukum, Polda Metro Jaya juga memperkuat sistem pengamanan dengan menggelar patroli intensif selama 24 jam dan mendirikan sekitar 150 pos pantau di wilayah hukum Polda Metro Jaya.


Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Pemburu Begal, yang bertugas melakukan patroli tanpa henti di kawasan rawan kriminalitas. Tim ini juga dibekali senjata guna menunjang tugas pengamanan di lapangan.


Menurut Iman, tim tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kejahatan, termasuk wilayah penyangga Jakarta seperti:


Depok

Bekasi

Tangerang


“Kami siapkan pada berbagai titik yang cukup rawan terjadi kejahatan,” katanya.


Tak hanya patroli langsung, Polda Metro Jaya juga menggandeng pegiat media sosial untuk membantu pelaporan serta tindak lanjut terhadap berbagai aksi kriminal yang terekam dan beredar di masyarakat.


Langkah kolaboratif antara aparat kepolisian dan unsur TNI ini dilakukan sebagai upaya menciptakan rasa aman di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di wilayah Jabodetabek.


Sumber: Laporan media megapolitan.kompas.com


Lebih baru Lebih lama