JurnalinvestigasiMabes.com ||
Aceh Barat - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Ketertiban Umum Satpol PP dan WH Aceh Barat, puluhan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) gampong dibekali kemampuan mitigasi dan penanggulangan bencana agar mampu menjadi garda terdepan saat kondisi darurat terjadi.
Pelatihan bertajuk "Satlinmas Gampong Siaga Bencana" itu digelar di kawasan Tugu Kopiah Teuku Umar (Batu Putih), Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (18/6/2026), dan diikuti anggota Satlinmas dari Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, serta Samatiga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Bidang Linmas Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas personel Satlinmas dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam maupun non-alam di tingkat gampong.
Pelatihan mengacu pada Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum dan Linmas), yang menempatkan Satlinmas sebagai unsur penting dalam membantu penanganan kebencanaan, kebakaran, hingga proses pemulihan pascabencana.
Untuk memperkuat kompetensi peserta, kegiatan menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat sebagai narasumber.
Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian serius adalah simulasi penanganan kebakaran. Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan prosedur pelaporan kejadian, identifikasi titik api, koordinasi dengan instansi terkait, hingga langkah penanganan awal guna mencegah meluasnya kebakaran sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Koordinator Lapangan BPBD Aceh Barat, Ferdiansyah (Mancah), menegaskan bahwa Satlinmas memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak perlindungan masyarakat di tingkat desa.
"Satlinmas merupakan garda terdepan di gampong. Saat terjadi kebakaran maupun bencana lainnya, mereka harus mampu melakukan tindakan awal yang tepat, memberikan informasi yang akurat, serta membantu mengamankan masyarakat sebelum tim penanganan tiba," tegas Ferdiansyah.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat, Azim, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para anggota Satlinmas yang selama ini tetap menjalankan tugas sosial kemasyarakatan meskipun dengan keterbatasan kesejahteraan.
Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi penting dalam membangun kesiapan desa menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Pelatihan dan simulasi ini menjadi bekal penting bagi Satlinmas untuk diterapkan di desa masing-masing. Ketika berbicara soal penghasilan, saya merasa prihatin karena Satlinmas hanya menerima sekitar Rp300 ribu. Namun di balik keterbatasan tersebut, tugas Satlinmas adalah pekerjaan yang sangat mulia karena menyangkut keselamatan masyarakat. Semoga seluruh pengabdian yang dilakukan selalu mendapat perlindungan Allah SWT," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap terbentuknya Satlinmas gampong yang semakin profesional, tangguh, dan responsif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Keberadaan personel yang terlatih dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko korban jiwa maupun kerugian material saat terjadi keadaan darurat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap materi dan praktik lapangan yang diberikan instruktur, menunjukkan semangat untuk meningkatkan kapasitas sebagai pelindung masyarakat di lingkungan masing-masing.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memperkuat ketahanan desa dan membangun sistem perlindungan masyarakat yang lebih siap, cepat, dan efektif dalam menghadapi bencana.(***)
Redaksi : Teuku Edi Nur Saputra,S.Sos.,
Editor : T.R. Ade Pratama Putra,S.E.,
Copyright © Jurnal investigasi Mabes ACEH 2026







