Indramayu, – Camat Sukra, Patrol, Kandanghaur, Anjatan, Gabuswetan, dan Bongas bersama jajaran Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) turun langsung mendatangi Bendungan Salam Darma yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang, Rabu (22 Juli 2026).
Kedatangan rombongan ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta penambahan debit air yang dialirkan ke wilayah Indramayu, guna menyelamatkan lahan pertanian di enam kecamatan bagian barat kabupaten ini.
Saat ini, debit air yang masuk melalui pintu pengelolaan Bendungan Salam Darma ke wilayah Indramayu hanya mencapai 14 meter kubik per detik. Angka ini dinilai masih jauh dari kebutuhan riil untuk mengairi seluruh lahan pertanian yang ada.
Berdasarkan hitungan teknis yang disusun KTNA, jika penambahan debit air tidak segera dilakukan, maka seluas 10.000 hektar lahan sawah terancam tidak bisa ditanami dan berpotensi mengalami kegagalan panen secara menyeluruh.
Camat Patrol Bagus Asep Trisandi menegaskan, langkah ini merupakan upaya nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung para petani agar tetap dapat mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Harapannya, penambahan debit air segera terwujud sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat petani, serta menjadi semangat bersama untuk terus menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan pertanian Indramayu.(C.whita)

