Pemkab Rembang Percepat Program Cek Kesehatan Gratis, Sasar Ribuan Warga di 14 Kecamatan







*REMBANG, jurnalinvestigasimabes.com* – Pemerintah Kabupaten Rembang terus tancap gas dalam percepatan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG. Program prioritas dari Kementerian Kesehatan RI ini menjadi salah satu upaya Pemkab Rembang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendeteksi penyakit lebih dini.


Bupati Rembang, *H. Harno, S.E.*, menegaskan bahwa percepatan CKG merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mudah, merata, dan gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. 


"Kesehatan adalah modal utama. Dengan adanya Cek Kesehatan Gratis ini, kami ingin warga Rembang bisa lebih awal tahu kondisi kesehatannya. Jangan sampai sudah parah baru berobat," tegas Bupati Harno saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Rembang 1, Selasa, 15 Juli 2026.


#### *Sasar Ribuan Warga di 14 Kecamatan*

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, target penerima manfaat CKG di tahun 2026 mencapai lebih dari 200 ribu warga. Sasarannya mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. 


Untuk mempercepat cakupan, Pemkab Rembang menginstruksikan seluruh 22 Puskesmas dan jaringannya di 14 kecamatan untuk aktif menjemput bola. Tidak hanya menunggu di fasilitas kesehatan, petugas juga turun langsung ke sekolah, desa, padepokan, hingga tempat kerja.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, *dr. Ali Syofii, M.Kes.*, menjelaskan jenis pemeriksaan dalam CKG disesuaikan dengan kelompok usia. 


"Untuk balita ada pemeriksaan tumbuh kembang dan skrining anemia. Remaja ada cek kesehatan reproduksi dan gigi. Untuk dewasa dan lansia kita fokus ke penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan kanker leher rahim," jelas dr. Ali.


Ia menambahkan, seluruh layanan ini 100% gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Warga cukup membawa KTP dan datang ke Puskesmas terdekat atau mengikuti jadwal CKG keliling yang sudah diumumkan melalui desa dan media sosial.


#### *Dukungan Nakes dan Teknologi*

Guna mendukung percepatan, Pemkab Rembang juga menambah jumlah tenaga kesehatan dan melatih petugas input data. Hasil cek kesehatan akan langsung terintegrasi ke aplikasi SatuSehat Kemenkes, sehingga rekam medis warga bisa dipantau secara nasional.


"Ini bukan hanya cek kesehatan biasa. Data ini penting untuk perencanaan program kesehatan 5 tahun ke depan. Kalau kita tahu penyakit terbanyak di satu desa, kita bisa langsung intervensi," tambah dr. Ali.


#### *Antusiasme Warga Tinggi*

Antusiasme warga Rembang terhadap program ini cukup tinggi. Di Desa Tlahap, Kecamatan Gemuh, misalnya, ratusan warga rela antre sejak pagi untuk mendapatkan layanan cek gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.


"Saya senang ada program seperti ini. Gratis dan pelayanannya cepat. Biasanya kalau mau cek lab harus ke RS dan bayar," kata Bu Sri, warga Desa Tlahap.


#### *Harapan Pemkab*

Pemkab Rembang menargetkan 70% dari target CKG 2026 bisa tercapai sebelum akhir tahun. Selain lewat Puskesmas, Pemkab juga menggandeng organisasi masyarakat, PKK, dan media untuk sosialisasi.


"Kami berharap seluruh warga Rembang memanfaatkan kesempatan ini. Cek kesehatan gratis ini adalah investasi kita bersama untuk Rembang yang lebih sehat dan produktif," pungkas Bupati Harno.


Dengan percepatan ini, Rembang diharapkan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan cakupan CKG tertinggi, sekaligus menurunkan angka kesakitan akibat penyakit yang terlambat terdeteksi.


*Reporter: Ngaderi 

Kaperwil Jateng 

*jurnalinvestigasimabes.com*

Lebih baru Lebih lama