JAKARTA —||
Kombes Pol. Firman Darmansyah, S.I.K., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya pada 2026. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Firman sebelumnya menjabat sebagai Dirlantas Polda Sumatera Utara. Dalam mutasi tersebut, ia dipercaya menggantikan Kombes Pol. Komarudin yang kemudian mendapat amanah baru sebagai Kepala Biro Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Karowabprof) Divpropam Polri.
Pergantian tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses serah terima dan pisah sambut. Korlantas Polri mencatat bahwa pada 29 Juli 2026 berlangsung acara pisah sambut di Gedung BPMJ setelah jabatan Dirlantas Polda Metro Jaya diserahkan kepada Kombes Pol. Firman Darmansyah.
Bukan Sekadar Pergantian Jabatan.Kepercayaan kepada Firman untuk memimpin Ditlantas Polda Metro Jaya bukan tanpa alasan. Ia datang dengan pengalaman panjang di bidang lalu lintas, termasuk pengalaman bertugas di wilayah Jakarta.
Dalam acara pisah sambut, Brigjen Pol. Komarudin menyampaikan keyakinannya bahwa Firman merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di Ditlantas Polda Metro Jaya. Pengalaman Firman bertugas di wilayah Jakarta dinilai menjadi modal penting untuk memahami karakteristik lalu lintas ibu kota yang sangat kompleks.
Jakarta memiliki karakter lalu lintas yang berbeda dibandingkan daerah lain. Mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, kepadatan kendaraan, aktivitas pemerintahan, kawasan bisnis, kegiatan masyarakat, hingga berbagai agenda nasional membutuhkan kemampuan manajemen lalu lintas yang cepat, terukur dan adaptif.
Karena itu, posisi Dirlantas Polda Metro Jaya bukan hanya berkaitan dengan pengaturan kendaraan di jalan raya. Jabatan tersebut juga menyangkut pelayanan masyarakat, keselamatan pengguna jalan, penegakan hukum lalu lintas, pengamanan kegiatan masyarakat serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Rekam Jejak di Bidang Digitalisasi Penegakan Hukum.Salah satu catatan prestasi Firman yang pernah mendapat apresiasi adalah keterlibatannya dalam penyelenggaraan dan peluncuran program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ketika ia menjabat sebagai Dirlantas Polda Riau.
Pada 2021, Firman termasuk personel yang menerima penghargaan dari Kapolda Riau dalam rangka Hari Lalu Lintas ke-66. Penghargaan tersebut diberikan atas terselenggaranya peluncuran aplikasi/program ETLE di wilayah hukum Polda Riau.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu rekam jejak yang relevan dengan perkembangan sistem penegakan hukum lalu lintas yang semakin mengandalkan teknologi. Digitalisasi penindakan diharapkan dapat meningkatkan transparansi, mengurangi interaksi yang tidak diperlukan antara petugas dan pelanggar serta mendorong penegakan hukum yang lebih objektif.
Dari Polda Sumut ke Polda Metro Jaya.Sebelum dipercaya memimpin Ditlantas Polda Metro Jaya, Firman menjabat Dirlantas Polda Sumatera Utara sejak Maret 2025.
Sebelumnya, ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Gakkum Korlantas Polri. Perjalanan tersebut menunjukkan pengalaman Firman yang cukup panjang dalam bidang lalu lintas dan penegakan hukum.
Mutasi menuju Polda Metro Jaya sekaligus menempatkan Firman pada salah satu posisi strategis dalam pelayanan kepolisian di wilayah ibu kota.
Sebagai Dirlantas Polda Metro Jaya, Firman menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kepadatan lalu lintas, keselamatan jalan, pelanggaran lalu lintas, disiplin pengguna jalan, pelayanan administrasi kendaraan serta pengamanan berbagai kegiatan masyarakat menjadi bagian dari tugas yang harus dikelola secara profesional.
Ditlantas Polda Metro Jaya juga harus mampu merespons kondisi lapangan secara cepat, terutama ketika terjadi kecelakaan, kepadatan luar biasa, kegiatan masyarakat, demonstrasi maupun agenda kenegaraan.
Hal tersebut terlihat pada Kamis, 27 Agustus 2026, ketika Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI menyusul adanya agenda penyampaian pendapat.
Firman menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dan terbatas. Artinya, pengalihan arus tidak otomatis diterapkan apabila kondisi lalu lintas masih berjalan lancar.
Pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar menerapkan penutupan atau pengalihan arus secara menyeluruh.
Dalam menghadapi situasi lalu lintas pada 27 Agustus 2026, jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya menyiagakan personel di sejumlah titik strategis bersama pemangku kepentingan terkait.
Firman menyampaikan bahwa personel disiapkan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada pengguna jalan. Masyarakat juga diimbau mengatur waktu perjalanan, menggunakan rute alternatif apabila diperlukan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Langkah tersebut menjadi gambaran awal bagaimana kepemimpinan Firman mulai menghadapi dinamika lalu lintas Jakarta yang sangat cepat berubah.
Selain kelancaran arus kendaraan, aspek keselamatan merupakan tantangan penting bagi Ditlantas Polda Metro Jaya.
Data Korlantas Polri untuk Juli 2026 menunjukkan adanya penurunan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas secara nasional sebesar 22,92 persen atau 441 orang dibandingkan bulan sebelumnya. Dalam periode tersebut, Polda Metro Jaya tercatat menangani 1.572 kejadian kecelakaan lalu lintas.
Data tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan lalu lintas tidak dapat hanya diukur dari kelancaran kendaraan, tetapi juga dari keberhasilan menekan fatalitas kecelakaan.
Karena itu, kepemimpinan Dirlantas dituntut tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggar, tetapi juga memperkuat langkah preventif, edukasi masyarakat dan rekayasa lalu lintas berbasis data.
Mendorong Pelayanan yang Bersih dan Profesional.Tantangan lainnya adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan transparan dan bebas dari praktik pungutan liar maupun percaloan.
Sejumlah pihak sebelumnya menyoroti pentingnya pembenahan pelayanan di sektor lalu lintas, termasuk layanan SIM, STNK, BPKB dan Samsat.
Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui penguatan pengawasan internal, digitalisasi pelayanan dan peningkatan profesionalisme anggota.
Dengan pengalaman Firman di bidang lalu lintas serta rekam jejaknya dalam penerapan ETLE, masyarakat tentu berharap pelayanan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya semakin modern, transparan dan mudah diakses.
Pergantian kepemimpinan di lingkungan Ditlantas Polda Metro Jaya juga diharapkan tidak menghilangkan program-program positif yang telah berjalan sebelumnya.
Brigjen Pol. Komarudin dalam acara pisah sambut menyampaikan apresiasi kepada sekitar 3.600 personel Ditlantas Polda Metro Jaya yang setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga berharap sinergi yang telah dibangun bersama berbagai pihak dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan Firman.
Dengan jumlah personel yang besar dan cakupan wilayah kerja yang sangat kompleks, kepemimpinan Dirlantas membutuhkan koordinasi kuat dari tingkat pimpinan hingga anggota di lapangan.
Kehadiran Kombes Pol. Firman Darmansyah sebagai Dirlantas Polda Metro Jaya membawa harapan baru terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan berlalu lintas di Jakarta.
Pengalaman di sejumlah posisi strategis bidang lalu lintas, termasuk sebagai Dirlantas Polda Riau dan Dirlantas Polda Sumatera Utara, serta pengalaman di bidang penegakan hukum Korlantas menjadi modal dalam menjalankan amanah tersebut.
Ke depan, masyarakat tentu menunggu berbagai inovasi yang akan dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya, mulai dari peningkatan keselamatan pengguna jalan, penguatan ETLE, pembenahan pelayanan administrasi kendaraan, pemberantasan praktik percaloan dan pungli, hingga rekayasa lalu lintas yang semakin responsif terhadap kondisi Jakarta.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang Dirlantas bukan hanya seberapa cepat kemacetan dapat diurai, tetapi juga seberapa besar kehadiran polisi mampu memberikan rasa aman, kepastian pelayanan dan perlindungan kepada seluruh pengguna jalan.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimilikinya, Kombes Pol. Firman Darmansyah kini menghadapi amanah besar untuk membawa Ditlantas Polda Metro Jaya semakin profesional, modern, humanis dan Presisi.
Red/taruna 32
Humas polri

