Ikatan Adat Diharapkan Menjadi Jembatan Kolaborasi untuk Mendorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Timur
SUMBA TIMUR, JURNAL INVESTIGASI MABES_||
Kunjungan Brigjen TNI (Purn.) Simon Petrus Kamlasi ke Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangka mengunjungi PT Muria Sumba Manis (MSM), menjadi momentum terjalinnya ikatan persaudaraan dengan Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba. Dalam kesempatan tersebut, Simon secara simbolis dinobatkan sebagai Saudara Sulung dalam keluarga besar perhimpunan tersebut.
Penerimaan secara adat itu berlangsung pada Kamis (29/10/2026) di Sekretariat Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.
Prosesi adat ditandai dengan penikaman babi sebagai simbol ikatan persaudaraan yang memiliki makna mendalam dalam tradisi masyarakat Sumba. Prosesi tersebut menjadi bentuk penerimaan Simon sebagai bagian dari keluarga besar Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba.
Dalam kunjungan tersebut, Simon hadir bersama Martadinata, seorang pengusaha muda di bidang pelayaran.
Penerimaan secara adat ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada seorang tokoh, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai masa depan pembangunan NTT, terutama dalam memperkuat konektivitas antarpulau, memperluas akses perdagangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Simon Petrus Kamlasi: NTT Harus Dipandang sebagai Satu Kesatuan
Dalam kesempatan itu, Simon menyampaikan kebahagiaannya atas penerimaan dirinya sebagai Saudara Sulung oleh Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba.
Baginya, penghormatan tersebut bukan sekadar simbol adat, melainkan bentuk ikatan kekeluargaan yang mengandung tanggung jawab moral untuk terus membangun hubungan baik dengan masyarakat.
Simon juga menegaskan pentingnya memandang NTT sebagai satu kesatuan wilayah kepulauan. Menurutnya, keberadaan laut tidak semestinya menjadi penghalang yang memisahkan masyarakat ataupun memperlambat pertumbuhan ekonomi antardaerah.
Gagasan tersebut menempatkan konektivitas laut sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan NTT. Sebagai provinsi yang terdiri atas banyak pulau, NTT membutuhkan akses transportasi dan distribusi barang yang memadai agar potensi ekonomi setiap wilayah dapat berkembang secara optimal.
Konektivitas tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi hasil produksi, perdagangan antardaerah, ketersediaan kebutuhan pokok, serta terbukanya peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Dengan konektivitas yang lebih baik, potensi ekonomi yang tersebar di berbagai pulau diharapkan dapat saling terhubung dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bukan Sekadar Penghormatan Adat, tetapi Harapan Kerja Sama Ekonomi
Kepada Jurnal Investigasi Mabes, Soleman Moto, S.H., salah seorang anggota Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba, menjelaskan bahwa penobatan Simon Petrus Kamlasi sebagai Saudara Sulung tidak semata-mata merupakan seremoni adat atau penghormatan kepada seorang tokoh.
Menurut Soleman, penerimaan tersebut juga mencerminkan dukungan moral dan sosial terhadap gagasan pembangunan serta aktivitas ekonomi yang dikembangkan Simon bersama Martadinata.
Dukungan itu, antara lain, berkaitan dengan upaya membuka akses perhubungan lintas pulau dan menyediakan pakan ternak yang terjangkau dengan kualitas yang baik bagi masyarakat Sumba.
Soleman menilai, keterbatasan konektivitas antarpulau masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan NTT. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap distribusi barang, pemasaran hasil produksi, harga kebutuhan masyarakat, hingga pengembangan usaha lokal.
Karena itu, menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai pihak yang memiliki gagasan, kemampuan, dan kemauan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
"Simon Petrus Kamlasi adalah salah satu putra terbaik masyarakat NTT yang memiliki potensi dan tekad luar biasa dalam mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat NTT pada umumnya," ungkap Soleman.
Ia menambahkan, gagasan pembangunan harus diikuti dengan langkah strategis dan kerja nyata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Beliau bukan saja punya konsep, tetapi sangat memahami langkah-langkah strategis demi pencapaian tujuan. Artinya, membangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat tidak harus terlebih dahulu menjadi seorang gubernur. Yang dibutuhkan adalah niat, komitmen, kemampuan membangun jaringan, serta keberanian mengambil langkah nyata," jelasnya.
Bagi Soleman, pemikiran tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba untuk membangun hubungan persaudaraan dengan Simon sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Ia berharap, masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dan merasakan manfaat dari terbukanya akses transportasi, perdagangan, serta ketersediaan kebutuhan sektor peternakan.
Konektivitas Laut Menjadi Kunci Pemerataan Pembangunan.Persoalan konektivitas merupakan isu penting bagi NTT. Sebagai wilayah kepulauan, provinsi ini memiliki potensi ekonomi yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga jasa transportasi laut.
Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan sistem distribusi yang memadai agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Keterbatasan akses transportasi dapat meningkatkan biaya logistik, menghambat pemasaran produk lokal, serta membatasi jangkauan pelaku usaha dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, gagasan Simon mengenai pentingnya memandang NTT sebagai satu kesatuan wilayah kepulauan menjadi relevan untuk dibahas dan diterjemahkan ke dalam program-program konkret.
Penguatan transportasi laut, pembukaan jalur distribusi yang efektif, serta kerja sama antarpelaku usaha dan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi.
Meski demikian, gagasan tersebut perlu didukung perencanaan yang matang, kemitraan yang terbuka, serta pelaksanaan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai pulau.
Persaudaraan Harus Melahirkan Manfaat Nyata.Bagi Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba, persaudaraan yang dibangun melalui adat tidak seharusnya berhenti pada ikatan emosional maupun seremoni simbolis.
Lebih dari itu, persaudaraan diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat solidaritas, membangun jaringan kerja sama, membuka peluang usaha, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Soleman menegaskan, pihaknya mengapresiasi niat dan dedikasi Simon dalam mendorong kemajuan masyarakat NTT.
"Karena itu, niat dan dedikasi beliau merupakan sesuatu yang layak kita apresiasi dan dukung. Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba merasa bangga apabila dapat ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut," ungkap Soleman.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar hubungan persaudaraan yang terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam menjawab tantangan konektivitas, distribusi barang, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Laut sebagai Jembatan Persaudaraan dan Kesejahteraan.Penobatan Brigjen TNI (Purn.) Simon Petrus Kamlasi sebagai Saudara Sulung Perhimpunan Masyarakat Kampung Sumba menjadi momentum yang sarat makna sosial dan budaya.
Di balik prosesi adat tersebut, tersimpan harapan agar ikatan kekeluargaan dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kolaborasi yang lebih luas dalam mendorong pembangunan NTT.
Tantangan pembangunan wilayah kepulauan memang tidak dapat diselesaikan hanya melalui simbol persaudaraan. Diperlukan komitmen, program yang terukur, kemitraan yang berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Namun, persaudaraan dapat menjadi modal sosial yang penting untuk membangun kepercayaan dan mempertemukan berbagai pihak dalam mencapai tujuan bersama.
Bagi masyarakat NTT, laut seharusnya tidak dipandang sebagai sekat yang memisahkan pulau-pulau, melainkan sebagai jalur penghubung yang memperkuat perdagangan, memperluas kesempatan ekonomi, dan mendekatkan masyarakat satu sama lain.
Pada akhirnya, makna terbesar dari persaudaraan bukan hanya terletak pada penghormatan yang diberikan, melainkan juga pada manfaat yang dapat diwujudkan bagi masyarakat.
Sebab, persaudaraan yang kuat bukan sekadar menyatukan hati, tetapi juga harus mampu membuka jalan bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Tim_Jurnal Investigasi Mabes.

