Pemda Sumba Barat Daya Bentuk Posko Darurat, Tim TRC BPBD Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa 6,1 M

 





Tambolaka — ||

Jurnal Investigasi Mabes

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, bergerak cepat melakukan penanganan pascagempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah tersebut.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat bencana, Pemda Kabupaten Sumba Barat Daya di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST langsung membentuk Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana yang dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya.



 

Kepala Pelaksana BPBD Kab.Sumba Barat Daya, Stefanus Malo,S.IP.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dalam pengendalian informasi, pendataan dampak bencana, pengerahan personel, hingga distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, S.IP, saat ditemui media ini, Senin (5/10), menjelaskan bahwa pembentukan posko utama tersebut bertujuan agar seluruh proses penanganan bencana dapat dilakukan secara terarah, terkoordinasi dan akuntabel.



Menurut Stefanus, posko berfungsi sebagai pusat pengendalian informasi dan data sekaligus tempat mengatur pengerahan personel serta bantuan dengan sistem pelayanan satu pintu.

“Posko ini menjadi pusat penanganan darurat sehingga informasi dan data terkait dampak bencana dapat dikendalikan secara lebih terarah dan akuntabel,” jelas Stefanus.

Tim TRC BPBD Bergerak Cepat ke Lapangan

Pasca kejadian gempa, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sumba Barat Daya bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan asesmen dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.

Pendataan dilakukan terhadap berbagai fasilitas dan bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan hingga kantor pelayanan publik.

Stefanus Malo mengatakan, asesmen lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh dampak gempa dapat terdata secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil rekapitulasi sementara yang diterima BPBD, tercatat sejumlah kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum.

Data Sementara Kerusakan

I. Rumah warga:

  • 1 rumah mengalami rusak berat;
  • 12 rumah mengalami rusak sedang;
  • 82 rumah mengalami rusak ringan.

II. Fasilitas umum:

  • 1 unit SD mengalami rusak sedang;
  • 4 unit SD mengalami rusak ringan;
  • 5 unit gereja mengalami rusak ringan;
  • 1 kantor jaga PLN mengalami rusak ringan;
  • 4 unit puskesmas mengalami rusak ringan;
  • 1 balai KB mengalami rusak ringan.

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan proses asesmen serta verifikasi yang dilakukan petugas di lapangan.

Pemda Siapkan Status Darurat Bencana

Dalam rangka memperkuat dasar hukum penanganan pascagempa, BPBD Sumba Barat Daya saat ini juga tengah menyusun SK Bupati tentang penetapan status darurat bencana selama 14 hari.

Penetapan status tersebut nantinya menjadi dasar regulasi bagi pemerintah daerah dalam melakukan pengendalian dan pelaksanaan berbagai kegiatan tanggap darurat di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.

BPBD juga menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai perkembangan penanganan bencana akan dikoordinasikan melalui satu pintu.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari simpang siur informasi serta memastikan data mengenai korban, kerusakan maupun kebutuhan bantuan dapat disampaikan secara akurat kepada masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Bupati Bersama Unsur Gabungan Langsung Bergerak

Stefanus Malo menuturkan, sesaat setelah kejadian gempa, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, bersama jajaran BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya langsung turun mengambil sejumlah langkah taktis dalam penanganan kondisi di lapangan.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat segera ditangani, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Bantuan Logistik Mulai Disalurkan

Selain melakukan pendataan kerusakan, pemerintah daerah melalui BPBD juga mulai menyalurkan bantuan awal kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut antara lain berupa logistik makanan dan air bersih. Selanjutnya, tim gabungan juga melakukan pendistribusian paket sembako kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

“Dalam situasi darurat pascagempa, pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak menjadi prioritas utama,” ujar Stefanus.

Tim TRC BPBD bersama unsur gabungan terus bergerak melakukan pemantauan kondisi masyarakat serta menyalurkan bantuan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan di lapangan.

Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan

Di tengah proses penanganan pascagempa, masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BPBD meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta instansi berwenang.

Warga juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan isu-isu yang belum terverifikasi mengenai perkembangan gempa.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.

JT/Tim Jurnalis Investigasi Mabes

Lebih baru Lebih lama