JAKARTA SELATAN,JURNAL INVESTIGASI MABES_||
Kepolisian mengungkapkan bahwa pengemudi mobil BYD berinisial S (46), yang terlibat kecelakaan beruntun hingga melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Blok M, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, dinyatakan negatif narkoba dan alkohol berdasarkan hasil pemeriksaan.
Meski hasil tes menunjukkan negatif, pengemudi tersebut masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mendalami penyebab kecelakaan yang terjadi pada Jumat (23/10/2026) sore tersebut.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengonfirmasi bahwa pengemudi S telah menjalani tes urine dan pemeriksaan alkohol. Hasil pemeriksaan tersebut tidak menunjukkan adanya indikasi penggunaan narkoba maupun konsumsi alkohol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika mobil BYD yang dikemudikan S menabrak kendaraan di depannya. Setelah kejadian tersebut, mobil dilaporkan oleng ke arah kiri dan menabrak sepeda motor yang dikendarai pengemudi ojol berinisial HS (56).
Akibat benturan itu, korban terjatuh dan terlindas mobil. Kendaraan BYD tersebut kemudian dilaporkan kembali menabrak sejumlah kendaraan lain sehingga insiden tersebut melibatkan beberapa pengguna jalan.
Peristiwa itu sontak menjadi perhatian karena mengakibatkan pengemudi ojol mengalami cedera serius di tengah aktivitas lalu lintas kawasan Blok M yang dikenal ramai.
Pengemudi ojol berinisial HS (56) mengalami patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka lecet akibat kecelakaan tersebut.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi korban menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kasus kecelakaan beruntun tersebut.
Hasil tes narkoba dan alkohol yang negatif belum dengan sendirinya menjelaskan penyebab kecelakaan. Karena itu, penyidik masih perlu mendalami rangkaian kejadian, termasuk bagaimana kendaraan BYD tersebut menabrak kendaraan di depannya, oleng ke kiri, hingga mengenai pengemudi ojol dan kendaraan lainnya.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan, sekaligus menentukan tanggung jawab hukum berdasarkan bukti dan hasil penyidikan.
Kepolisian diharapkan dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penanganan tersebut juga penting untuk memberikan kepastian hukum serta memastikan hak korban mendapatkan perhatian yang semestinya.
Perkembangan penyidikan selanjutnya akan menjadi dasar untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Uki007

