Koalisi LSM, Ormas & Mahasiswa Peduli Muba Akan Gelar Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Muba





Musi Banyuasin, 25 Maret 2026 – ||

Koalisi LSM, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Peduli Muba menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Musi Banyuasin dan DPRD Muba pada Senin, 30 Maret 2026.

Aksi ini direncanakan digelar setelah aktivitas pemerintahan kembali normal pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Koalisi menyatakan bahwa momentum ini dinilai tepat untuk kembali menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan.

M. Lekat Gonzales, salah satu tokoh penggerak aksi, mengungkapkan bahwa perjuangan terkait kerusakan Jalan Nasional di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Musi Rawas sebenarnya telah dilakukan sejak dua bulan lalu, tepatnya pada aksi di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Rabu (4/2/2026).



“Perjuangan ini sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu, dan saat itu mendapat dukungan luas dari masyarakat, baik dari Musi Banyuasin, Musi Rawas, hingga luar daerah seperti Bengkulu, Jambi, bahkan Pulau Jawa,” ujar M. Lekat saat dikonfirmasi awak media.

Menurutnya, aksi sebelumnya mendapat respons positif dari para pengguna jalan lintas provinsi, mulai dari pengendara pribadi, sopir travel, bus antarprovinsi, hingga sopir truk, fuso, dan tronton. Dukungan tersebut mengalir melalui berbagai platform media, baik media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, maupun media online dan cetak.

Desak Pemerintah Segera Bertindak

Dalam aksi yang akan datang, koalisi mendesak Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet dan Ketua DPRD Muba Afni Junaidi Gumay, SE, agar turun langsung memperjuangkan perbaikan infrastruktur, khususnya Jalan Nasional di Desa Sugi Waras dan Tanjung Raya.

Kondisi jalan tersebut saat ini dinilai sangat kritis, bahkan nyaris putus total akibat tergerus aliran Sungai Musi. Lebar badan jalan disebut hanya tersisa sekitar satu meter, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, kerusakan parah juga terjadi pada ruas jalan di dalam Desa Sugi Waras. Jalan yang tidak layak dilalui tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas, termasuk korban jiwa, serta insiden kendaraan berat yang menabrak rumah warga hingga tiga unit mengalami kerusakan.

Usulan Pembangunan Jalan Baru

Warga bersama koalisi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin serta Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH, MM, untuk segera membuka jalur alternatif baru sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Desa Beruge menuju Sugi Waras.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan mencakup pembebasan lahan, pemberian ganti rugi kepada warga, hingga proses penimbunan dan pengerasan jalan agar dapat segera digunakan masyarakat.

Soroti Jembatan dan Jalan Rusak Lainnya

Tak hanya itu, sejumlah persoalan infrastruktur lain juga menjadi sorotan dalam aksi nanti. Warga meminta percepatan pembangunan jembatan penghubung Teluk Kijing – Rantau Keroya, serta penyelesaian Jembatan Lalan yang hingga kini masih terbengkalai setelah ditabrak tongkang batu bara sekitar satu tahun lalu.

Mauzan, SH atau yang dikenal sebagai Kuyung Bonang, selaku Ketua LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita Muba), bersama tokoh pemuda Jauhari, SE, Fitriandi, S.Sos (Ketua DPD LAN Muba), serta Deskar selaku Ketua Aliansi LSM Ormas Bersatu Muba, dipastikan akan turut turun langsung dalam aksi tersebut.

Deskar juga menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan keselamatan warga.

Ancaman Usulan Status Jalan Nasional

Koalisi juga menyoroti kondisi Jalan Lintas Kabupaten Musi Banyuasin yang menghubungkan Mangun Jaya – Sugi Waras – Keban – Macan Sakti – Ulak Embacang hingga perbatasan Kabupaten Musi Rawas.

Jika pemerintah daerah tidak mampu melakukan pembangunan secara maksimal, mereka mengusulkan agar status jalan tersebut dialihkan menjadi jalan nasional. Dengan demikian, pemerintah pusat melalui Presiden RI, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan dapat turun tangan langsung dalam pembangunan.

Keluhan Warga Sanga Desa

Hendri, SH, mewakili warga Kecamatan Sanga Desa dan wilayah sekitar seperti Pangkalan Bulian, juga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan di Desa Ulak Embacang yang mengalami kerusakan parah.

“Jalan kami sudah seperti kubangan kerbau, rusak berat, dan sangat menyulitkan masyarakat. Sudah hampir 30 tahun tidak mendapat perhatian. Kami berharap segera dilakukan pengecoran beton,” ujarnya.

Warga menilai kondisi ini sebagai bentuk ketimpangan pembangunan yang membuat mereka merasa dianaktirikan.

Harapan Aksi Damai

Koalisi berharap aksi demonstrasi yang akan digelar dapat mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

Mereka menegaskan bahwa aksi ini akan dilakukan secara damai, dengan tujuan utama memperjuangkan kepentingan masyarakat luas serta keselamatan para pengguna jalan di wilayah Musi Banyuasin dan sekitarnya.

R d

Lebih baru Lebih lama